Lantanum (La) adalah unsur bernomor atom 57 dan menjadi asal nama deret lantanida. Bersama cerium, ia termasuk logam tanah jarang yang paling melimpah di kerak bumi. Namanya jarang muncul di berita karena tidak dipakai dalam magnet permanen. Meski begitu, lantanum bekerja di banyak tempat: kilang minyak, baterai mobil hibrida, lensa kamera, dan pabrik pengecoran.
Sifat Dasar Lantanum
Lantanum adalah logam lunak berwarna putih keperakan yang cepat teroksidasi di udara. Ia tergolong logam tanah jarang ringan (LREE), satu kelompok dengan cerium, praseodimium, dan neodimium. Lantanum tidak memiliki elektron 4f, sehingga tidak bersifat magnetik kuat seperti neodimium. Karena itu kegunaannya lebih banyak bertumpu pada sifat kimia dan optiknya.
Sumber dan Produksi
Lantanum tidak ditambang secara khusus. Ia ikut terambil dari mineral yang sama dengan logam tanah jarang lain, terutama bastnasit dan monasit. Pada kedua mineral ini, lantanum dan cerium biasanya menyusun porsi terbesar. Pemisahannya dari unsur lain dilakukan dengan ekstraksi pelarut bertahap, seperti dijelaskan dalam proses ekstraksi dan pemurnian logam tanah jarang.
Kegunaan Utama
Katalis perengkahan di kilang minyak. Ini salah satu pemakaian terbesar lantanum. Pada unit fluid catalytic cracking (FCC), lantanum ditambahkan ke katalis zeolit agar lebih stabil pada suhu tinggi dan lebih aktif memecah fraksi minyak berat menjadi bensin dan produk ringan lain.
Baterai nikel-metal hidrida (NiMH). Elektroda negatif baterai ini memakai paduan penyimpan hidrogen berbasis lantanum dan nikel. Baterai NiMH masih dipakai di banyak mobil hibrida, sehingga satu kendaraan dapat mengandung beberapa kilogram lantanum.
Kaca optik. Lantanum oksida menaikkan indeks bias kaca tanpa banyak menambah dispersi warna. Kaca jenis ini dipakai pada lensa kamera, teleskop, dan mikroskop.
Mischmetal dan metalurgi. Mischmetal adalah paduan logam tanah jarang ringan yang didominasi cerium dan lantanum. Ia dipakai sebagai batu pemantik, sebagai bahan tambahan pada pembuatan baja untuk mengendalikan bentuk inklusi sulfida, dan dalam jumlah kecil pada bahan nodularisasi besi cor nodular. Lantanum juga ditambahkan pada beberapa paduan magnesium dan aluminium untuk memperbaiki ketahanan panas.
Elektroda las dan katoda. Elektroda tungsten berlantanum dipakai pada las TIG sebagai pengganti elektroda bertorium yang radioaktif. Lantanum heksaborida (LaB6) dipakai sebagai sumber elektron di mikroskop elektron.
Medis dan pengolahan air. Lantanum karbonat dipakai sebagai obat pengikat fosfat bagi pasien gagal ginjal. Senyawa lantanum juga dipakai untuk mengikat fosfat di kolam dan danau guna menekan pertumbuhan alga.
Masalah Keseimbangan: Melimpah tetapi Kurang Diminati
Permintaan logam tanah jarang saat ini didorong oleh magnet, sehingga yang dikejar adalah neodimium dan praseodimium. Namun setiap ton bijih yang diolah juga menghasilkan lantanum dan cerium dalam jumlah lebih besar. Akibatnya pasokan kedua unsur ini cenderung berlebih dan harganya jauh lebih rendah daripada unsur magnet. Para analis menyebut gejala ini balance problem.
Bagi sebuah proyek tambang, ini berarti nilai ekonominya ditentukan oleh sebagian kecil unsur dalam bijih, sementara lantanum dan cerium harus tetap dipisahkan, disimpan, atau dicarikan pasar. Karena itu, riset pemakaian baru untuk lantanum dan cerium, misalnya pada paduan aluminium tahan panas, ikut menentukan kelayakan proyek. Dinamika serupa dibahas pada artikel cerium dan perbandingan LREE dan HREE.
Relevansi bagi Indonesia
Monasit yang menjadi mineral ikutan penambangan timah di Bangka Belitung mengandung logam tanah jarang ringan, dengan cerium, lantanum, dan neodimium sebagai penyusun utama. Jika hilirisasi logam tanah jarang di Indonesia berjalan, lantanum akan menjadi salah satu produk dengan volume besar. Tantangannya ada pada penyerapan pasar. Industri kilang minyak, kaca, dan pengecoran dalam negeri berpotensi menjadi pengguna, tetapi skalanya perlu dihitung dengan cermat sejak tahap studi kelayakan.
Unsur Pendukung yang Tidak Boleh Diabaikan
Lantanum tidak menentukan harga pasar logam tanah jarang, tetapi ia selalu hadir dalam setiap proyek dan setiap neraca produksi. Memahami pemakaian dan pasarnya membantu menilai sebuah proyek logam tanah jarang secara utuh, bukan hanya dari sisi unsur magnet seperti yang dibahas pada artikel magnet neodimium.





