Aluminium 6063 adalah paduan aluminium tempa dari seri 6xxx dengan unsur paduan utama magnesium dan silikon. Paduan ini paling banyak dipakai untuk profil ekstrusi: kusen pintu dan jendela, rangka etalase, curtain wall, rangka panel surya, pegangan tangga, dan pendingin elektronik. Di Indonesia, sebagian besar profil kusen aluminium yang dijual di toko bangunan dibuat dari aluminium 6063 dalam kondisi T5.
Alasannya sederhana: 6063 sangat mudah diekstrusi menjadi bentuk rumit dengan permukaan halus, dan hasil anodizing-nya rapi. Kekuatannya memang lebih rendah daripada aluminium 6061, tetapi cukup untuk kebanyakan aplikasi arsitektur. Artikel ini membahas komposisi, sifat mekanik per temper, beda 6063-T5 dan T6, perbandingan dengan 6061, serta kegunaan, pengelasan, dan standarnya.
Apa Itu Aluminium 6063?
Dalam sistem penomoran Aluminum Association, angka 6 menunjukkan paduan dengan magnesium dan silikon sebagai unsur utama. Kedua unsur ini membentuk senyawa magnesium silisida (Mg₂Si) yang membuat paduan bisa dikeraskan dengan perlakuan panas penuaan (age hardening). Penjelasan sistem seri aluminium ada di artikel aluminium alloy.
Dibanding anggota seri 6xxx lain, 6063 punya kadar magnesium dan silikon yang lebih rendah dan hampir tanpa tembaga. Akibatnya, logamnya lebih lunak saat panas, mengalir lebih mudah melalui cetakan ekstrusi, dan menghasilkan permukaan yang lebih halus. Di Eropa paduan ini dikenal sebagai EN AW-6063 atau AlMg0,7Si.
Komposisi Kimia Aluminium 6063
| Unsur | Aluminium 6063 (%) | Aluminium 6061 (%) |
|---|---|---|
| Silikon (Si) | 0,20–0,6 | 0,40–0,8 |
| Magnesium (Mg) | 0,45–0,9 | 0,8–1,2 |
| Besi (Fe), maks. | 0,35 | 0,7 |
| Tembaga (Cu) | maks. 0,10 | 0,15–0,40 |
| Mangan (Mn), maks. | 0,10 | 0,15 |
| Kromium (Cr) | maks. 0,10 | 0,04–0,35 |
| Seng (Zn), maks. | 0,10 | 0,25 |
| Titanium (Ti), maks. | 0,10 | 0,15 |
| Aluminium | Sisa | Sisa |
Kadar tembaga dan besi yang rendah membuat 6063 lebih tahan korosi dan warnanya lebih seragam setelah anodizing.
Sifat Mekanik per Temper
Sifat aluminium 6063 sangat bergantung pada kondisi temper. Tabel berikut berisi nilai tipikal; nilai minimum yang dijamin dalam standar lebih rendah dan bergantung pada tebal profil.
| Temper | Kekuatan tarik (MPa) | Kekuatan luluh (MPa) | Regangan (%) | Kekerasan (HB) |
|---|---|---|---|---|
| 6063-O (anil) | 90 | 48 | sekitar 25–30 | 25 |
| 6063-T4 | 172 | 90 | 22 | 46 |
| 6063-T5 | 186 | 145 | 12 | 60 |
| 6063-T6 | 241 | 214 | 12 | 73 |
| 6061-T6 (pembanding) | 310 | 276 | 12 | 95 |
Sebagai acuan, standar ASTM B221 menetapkan kekuatan minimum profil 6063-T5 tipis sekitar 150 MPa tarik dan 110 MPa luluh, sedangkan 6063-T6 sekitar 205 MPa tarik dan 170 MPa luluh.

Sifat fisik utamanya: massa jenis sekitar 2,70 g/cm³, rentang lebur sekitar 615–655 °C, konduktivitas termal sekitar 200–210 W/m·K, dan konduktivitas listrik sekitar 53–55% IACS. Konduktivitas termal yang tinggi inilah yang membuat 6063 banyak dipakai untuk pendingin (heat sink).
Beda Aluminium 6063-T5 dan T6
Perbedaan T5 dan T6 terletak pada cara profil didinginkan setelah keluar dari mesin ekstrusi:
- T5: profil didinginkan langsung dari suhu ekstrusi dengan udara atau kipas, lalu dituakan (aged) di oven sekitar 175–205 °C selama beberapa jam. Tidak ada tahap pelarutan terpisah.
- T6: profil diberi perlakuan pelarutan pada suhu sekitar 520 °C, dicelup cepat dengan air atau semprotan, lalu dituakan. Bisa juga dicapai dengan pencelupan air langsung di ujung mesin ekstrusi.
Hasilnya, 6063-T6 sekitar 25–30% lebih kuat daripada T5, tetapi T5 lebih murah, distorsinya lebih kecil, dan sudah cukup untuk kusen dan jendela. T6 dipilih untuk rangka struktural ringan, pipa bertekanan rendah, dan komponen yang memerlukan kekuatan lebih. Ada juga 6063-T52, yang dilepas tegangannya dengan penekanan ringan lalu dituakan pada suhu lebih rendah; kekuatannya sedikit di bawah T5 tetapi lebih mudah ditekuk. Prinsip penuaan dibahas di artikel heat treatment aluminium T6.
Mengapa 6063 Mudah Diekstrusi
Ekstrusi dilakukan dengan memanaskan billet sampai sekitar 430–500 °C lalu menekannya melalui cetakan baja. Kadar unsur paduan 6063 yang rendah membuat tegangan alirnya kecil, sehingga:
- Kecepatan ekstrusi bisa tinggi.
- Profil berdinding tipis dan berongga, seperti kusen dengan banyak alur, bisa dibuat dalam satu langkah.
- Permukaan profil halus dengan garis cetakan yang tipis.
- Umur cetakan ekstrusi lebih panjang.
Inilah alasan utama 6063 menjadi paduan profil arsitektur di hampir seluruh dunia.
Anodizing dan Permukaan Dekoratif
Aluminium 6063 memberi hasil anodizing yang sangat seragam, baik warna alami (silver), perunggu, maupun hitam. Lapisan anodik ini meningkatkan ketahanan korosi dan ketahanan gores, serta bisa diwarnai. Untuk profil eksterior bangunan, ketebalan lapisan anodik biasanya lebih tebal daripada untuk interior. Selain anodizing, profil 6063 juga sering dicat bubuk (powder coating). Prosesnya dibahas di artikel anodizing aluminium.
Perbandingan Aluminium 6063 dan 6061
| Aspek | Aluminium 6063 | Aluminium 6061 |
|---|---|---|
| Kekuatan T6 (tarik / luluh) | Sekitar 241 / 214 MPa | Sekitar 310 / 276 MPa |
| Kemudahan ekstrusi | Sangat baik, bentuk rumit dan dinding tipis | Baik, bentuk lebih sederhana |
| Permukaan dan anodizing | Sangat halus, warna seragam | Baik, warna sedikit kurang seragam |
| Ketahanan korosi | Sangat baik | Baik |
| Kemampuan mesin | Cukup, cenderung lengket | Baik |
| Bentuk umum di pasaran | Profil, pipa, tabung | Pelat, batang, profil, tempaan |
| Aplikasi khas | Kusen, jendela, rangka dekoratif, heat sink | Rangka struktural, komponen mesin, jig |
Singkatnya, pilih 6063 bila bentuk profil, permukaan, dan biaya lebih penting daripada kekuatan. Pilih 6061 bila komponen harus menahan beban besar atau banyak dimesin. Paduan sejenis lain adalah 6060 (sedikit lebih lunak, banyak di Eropa), serta 6005 dan 6082 yang lebih kuat untuk profil struktural.
Kegunaan Aluminium 6063
- Arsitektur: kusen pintu dan jendela, curtain wall, partisi, etalase toko, pagar dan pegangan tangga.
- Energi: rangka panel surya.
- Elektronik: pendingin (heat sink) dan rumah perangkat.
- Furnitur dan interior: rangka lemari, meja, rak, dan list dekoratif.
- Transportasi: trim kendaraan dan rangka bak truk ringan.
- Pipa dan tabung: pipa irigasi dan tabung non-struktural.
Pengelasan dan Pemesinan
Aluminium 6063 mudah dilas dengan TIG atau MIG memakai kawat ER4043 atau ER5356. Daerah di sekitar las kehilangan sebagian kekuatannya karena efek penuaan hilang akibat panas, sehingga sambungan las tidak sekuat logam induk kecuali profil diberi perlakuan panas ulang. Ketahanan korosinya dibahas di artikel korosi aluminium.
Untuk pemesinan, 6063 dalam kondisi T5 atau T6 bisa dibor dan dipotong dengan baik, tetapi lebih lunak daripada 6061 sehingga geram cenderung lengket. Pahat tajam, sudut potong positif, dan cairan pendingin membantu hasil yang bersih.
Standar dan Penamaan
- ASTM B221: batang, profil, dan tabung ekstrusi aluminium.
- ASTM B429: pipa dan tabung struktural ekstrusi.
- EN 573 dan EN 755: EN AW-6063 atau AlMg0,7Si untuk profil ekstrusi di Eropa.
- JIS H4100: A6063S untuk profil ekstrusi di Jepang.
Saat memesan profil, sebutkan paduan dan temper sekaligus, misalnya “6063-T5”, serta jenis permukaan seperti mill finish, anodized, atau powder coated.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Aluminium 6063 adalah paduan apa?
Paduan aluminium tempa seri 6xxx dengan magnesium dan silikon sebagai unsur utama, terutama dipakai untuk profil ekstrusi seperti kusen dan rangka.
Apa beda aluminium 6063-T5 dan T6?
T5 didinginkan langsung dari ekstrusi lalu dituakan, sedangkan T6 diberi perlakuan pelarutan dan pencelupan sebelum dituakan. T6 lebih kuat, T5 lebih murah dan cukup untuk kusen.
Mana yang lebih kuat, 6061 atau 6063?
6061. Dalam kondisi T6, kekuatan luluh 6061 sekitar 276 MPa, sedangkan 6063 sekitar 214 MPa.
Apakah aluminium 6063 bisa dilas?
Bisa, dengan TIG atau MIG memakai kawat ER4043 atau ER5356, tetapi daerah sekitar las menjadi lebih lunak.
Baca Juga
- Aluminium 6061: Komposisi, Sifat, Massa Jenis, dan Bedanya dengan 7075, 6063, dan 5052
- Aluminium Alloy (Paduan Aluminium): Jenis, Seri, dan Kegunaannya
- Heat Treatment Aluminium T6: Proses, Kode Temper, dan Beda 6061-T6 dan T651
- Anodizing Aluminium: Pengertian, Proses, Jenis, Warna, dan Kekurangannya

Dagus R. Djuanda adalah insinyur metalurgi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang rekayasa material, dengan keahlian khusus pada material magnetik. Magister rekayasa material magnetik, kandidat doktor teknik industri, dan insinyur di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pendiri METALURGIKA.COM.




