Di toko besi dan aluminium, aluminium 5052 biasanya dijual sebagai plat, misalnya “plat aluminium 5052 H32” tebal 1–6 mm. Paduan ini dipilih untuk benda yang harus ditekuk, dilas, dan tahan air: tangki bahan bakar, bak truk, box mobil boks, perahu kecil, panel, dan casing elektronik. Berbeda dengan aluminium 6061 dan aluminium 6063, kekuatannya tidak berasal dari perlakuan panas, melainkan dari pengerjaan dingin. Berikut jawaban atas pertanyaan yang paling sering muncul.
1. Apa itu aluminium 5052?
Aluminium 5052 adalah paduan aluminium tempa dari seri 5xxx dengan magnesium sebagai unsur paduan utama, sekitar 2,5%, ditambah sedikit kromium. Di Eropa paduan ini disebut EN AW-5052 atau AlMg2,5, dan di Jepang A5052. Seri 5xxx dikenal sebagai paduan “laut” karena ketahanan korosinya yang baik di air asin. Kedudukan seri ini di antara paduan lain dijelaskan di artikel aluminium alloy.
2. Apa saja komposisi kimianya?
| Unsur | Kadar (%) |
|---|---|
| Magnesium (Mg) | 2,2–2,8 |
| Kromium (Cr) | 0,15–0,35 |
| Silikon + besi (Si + Fe), maks. | 0,45 |
| Tembaga (Cu), maks. | 0,10 |
| Mangan (Mn), maks. | 0,10 |
| Seng (Zn), maks. | 0,10 |
| Aluminium | Sisa |
Magnesium menguatkan logam dengan cara larut dalam aluminium. Kromium membantu ketahanan korosi tegangan dan mengendalikan ukuran butir. Kadar tembaganya sangat rendah, sehingga 5052 jauh lebih tahan korosi daripada paduan seri 2xxx dan 7xxx.
3. Mengapa aluminium 5052 tidak bisa dikeraskan dengan heat treatment?
Karena 5052 tidak punya unsur yang membentuk endapan penguat seperti Mg₂Si pada seri 6xxx atau MgZn₂ pada seri 7xxx. Magnesiumnya larut dalam aluminium dan tetap larut, sehingga penuaan (aging) tidak menambah kekuatan. Satu-satunya cara menguatkannya adalah pengerjaan dingin, misalnya pengerolan, yang membuat logam lebih keras tetapi kurang ulet. Perlakuan panas yang dipakai pada 5052 hanya anil (untuk melunakkan) dan stabilisasi. Penjelasan tentang paduan yang bisa dikeraskan ada di artikel heat treatment aluminium T6.
4. Apa arti H32, H34, dan H38?
Kode H menunjukkan paduan yang dikuatkan dengan pengerjaan dingin. Angka pertama menunjukkan prosesnya, angka kedua tingkat kekerasannya.
- H3x: dikerjakan dingin lalu distabilkan dengan pemanasan rendah agar sifatnya tidak berubah seiring waktu. Ini penting untuk paduan magnesium seperti 5052.
- Angka kedua: 2 = seperempat keras, 4 = setengah keras, 6 = tiga perempat keras, 8 = keras penuh.
- O: kondisi anil, paling lunak dan paling mudah dibentuk.
Jadi 5052-H32 berarti plat yang dikerjakan dingin, distabilkan, dan berkekerasan seperempat. Inilah kondisi paling umum di pasaran karena seimbang antara kekuatan dan kemudahan tekuk.
| Temper | Kekuatan tarik (MPa) | Kekuatan luluh (MPa) | Regangan (%) | Kekerasan (HB) |
|---|---|---|---|---|
| 5052-O | 193 | 90 | 25 | 47 |
| 5052-H32 | 228 | 193 | 12 | 60 |
| 5052-H34 | 262 | 214 | 10 | 68 |
| 5052-H38 | 290 | 255 | 7 | 77 |
Nilai di atas adalah nilai tipikal untuk plat tipis. Nilai minimum menurut ASTM B209 lebih rendah dan bergantung pada tebal.
5. Seberapa kuat aluminium 5052 dibanding paduan lain?

Dalam kondisi H32, kekuatan luluh 5052 sekitar 193 MPa. Angka ini lebih tinggi daripada paduan lembaran umum 3003 dan profil 6063-T5, tetapi lebih rendah daripada 5083 dan 6061-T6. Kelebihan 5052 yang jarang disebut adalah ketahanan lelahnya: batas lelah 5052-H32 sekitar 117 MPa, lebih tinggi daripada 6061-T6 yang sekitar 97 MPa. Karena itu 5052 cocok untuk bagian yang bergetar terus-menerus, seperti tangki dan panel kendaraan.
Sifat fisiknya: massa jenis sekitar 2,68 g/cm³, rentang lebur 607–650 °C, konduktivitas termal sekitar 138 W/m·K, dan konduktivitas listrik sekitar 35% IACS.
6. Apa beda aluminium 5052 dan 6061?
| Aspek | Aluminium 5052-H32 | Aluminium 6061-T6 |
|---|---|---|
| Unsur utama | Magnesium | Magnesium + silikon |
| Cara menguatkan | Pengerjaan dingin | Perlakuan panas (penuaan) |
| Kekuatan luluh | Sekitar 193 MPa | Sekitar 276 MPa |
| Kemudahan tekuk | Sangat baik | Kurang, rawan retak pada radius kecil |
| Ketahanan air laut | Sangat baik | Baik |
| Kemampuan las | Sangat baik, kekuatan sambungan tetap tinggi | Baik, tetapi daerah las melunak cukup banyak |
| Kemampuan mesin | Kurang, cenderung lengket | Baik |
| Bentuk umum | Plat dan lembaran | Plat, batang, profil |
Aturan praktisnya: pilih 5052 untuk benda dari plat yang ditekuk dan dilas, terutama yang terkena air. Pilih 6061 untuk benda yang dimesin dari batang atau plat tebal, atau rangka yang harus kuat.
7. Apakah plat aluminium 5052 mudah ditekuk?
Ya, ini keunggulan utamanya. Plat 5052-H32 tipis umumnya bisa ditekuk 90° dengan radius dalam sekitar 0–1,5 kali tebal plat tanpa retak, sedangkan 6061-T6 biasanya memerlukan radius sekitar 1,5–3 kali tebal dan lebih rawan retak di sisi luar tekukan. Beberapa tips:
- Tekuk tegak lurus arah pengerolan bila memungkinkan, karena sisi sejajar arah rol lebih mudah retak.
- Untuk tekukan sangat tajam atau pembentukan dalam, pakai temper O atau H32, bukan H38.
- Plat tebal di atas sekitar 6 mm memerlukan radius lebih besar.
8. Apakah aluminium 5052 tahan air laut?
Sangat tahan. Magnesium dan kadar tembaga yang rendah membuat 5052 tahan terhadap air laut, udara pantai, dan lingkungan industri. Paduan ini banyak dipakai untuk perahu kecil, ponton, perlengkapan dek, dan tangki. Untuk lambung kapal yang lebih besar dan struktural, biasanya dipilih aluminium 5083 yang lebih kuat. Hindari kontak langsung 5052 dengan baja dan tembaga di air laut tanpa isolasi, karena bisa terjadi korosi galvanik. Mekanismenya dibahas di artikel korosi aluminium.
9. Apakah aluminium 5052 bisa dilas?
Bisa, dan hasilnya baik. Las TIG dan MIG dengan kawat ER5356 adalah pilihan paling umum karena kekuatan dan warnanya cocok. ER4043 juga bisa dipakai, tetapi kurang dianjurkan untuk sambungan yang akan dianodizing atau terkena air laut. Karena 5052 tidak dikuatkan dengan perlakuan panas, daerah sekitar las hanya kembali ke kekuatan kondisi O, sekitar 90 MPa luluh, sehingga penurunannya lebih kecil dibanding paduan 6xxx yang kehilangan efek penuaannya. Bersihkan lapisan oksida dengan sikat baja tahan karat sebelum mengelas.
10. Apakah aluminium 5052 bisa dianodizing?
Bisa. Anodizing pada 5052 memberi lapisan pelindung yang baik untuk ketahanan korosi dan gores. Namun untuk tampilan dekoratif, hasil warnanya sedikit kekuningan dan kurang jernih dibanding 6063, sehingga profil arsitektur biasanya tetap memakai 6063. Untuk panel dan casing, 5052 anodized sudah umum dipakai. Proses dan jenisnya ada di artikel anodizing aluminium.
11. Apakah aluminium 5052 mudah dimesin?
Kurang mudah. Dalam kondisi O, 5052 lunak dan geramnya lengket di pahat. Kondisi H32 dan H34 lebih baik, tetapi tetap di bawah 6061-T6. Pahat karbida yang tajam, sudut potong positif, kecepatan tinggi, dan cairan pendingin membantu. Untuk benda yang banyak dimesin, 6061 atau paduan mudah mesin seperti 6262 dan 2011 lebih cocok.
12. Untuk apa saja aluminium 5052 dipakai?
- Transportasi: tangki bahan bakar, bak dan box truk, panel trailer, lantai bus.
- Kelautan: perahu kecil, ponton, perlengkapan dek, tangki air.
- Elektronik dan listrik: casing, panel, rak server, dan chassis.
- Konstruksi dan rumah tangga: atap, talang, rambu jalan, peralatan dapur, dan panel peralatan.
- Industri: bejana tekan bertekanan rendah, saluran, dan pelindung mesin.
Bonus: Standar dan sebutan apa yang perlu diketahui saat membeli?
- ASTM B209: lembaran dan plat aluminium, termasuk 5052.
- EN 485 dan EN 573: EN AW-5052 (AlMg2,5) di Eropa.
- JIS H4000: A5052P untuk plat di Jepang.
Sebutkan paduan, temper, tebal, dan ukuran sekaligus, misalnya “plat aluminium 5052-H32 tebal 3 mm, 1.220 × 2.440 mm”. Mintalah sertifikat pabrik (mill certificate) untuk memastikan paduan dan temper sesuai.
Ringkasan
- Aluminium 5052 adalah paduan Al-Mg yang dikuatkan dengan pengerjaan dingin, paling umum dalam temper H32.
- Keunggulannya: mudah ditekuk, mudah dilas, tahan air laut, dan tahan lelah.
- Pilih 6061 bila perlu kekuatan lebih tinggi atau banyak pemesinan, dan 5083 untuk struktur kapal yang lebih berat.
Artikel Terkait
- Aluminium 6061: Komposisi, Sifat, Massa Jenis, dan Bedanya dengan 7075, 6063, dan 5052
- Aluminium 6063: Komposisi, Sifat, T5 vs T6, dan Beda dengan 6061
- Korosi Aluminium: Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya

Dagus R. Djuanda adalah insinyur metalurgi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang rekayasa material, dengan keahlian khusus pada material magnetik. Magister rekayasa material magnetik, kandidat doktor teknik industri, dan insinyur di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pendiri METALURGIKA.COM.




